Telah banyak aku saksikan
Sandiwara-sandiwara keimanan
Masjid-masjid tumbuh subur bagaikan jamur
Khotbah-khotbah jumat
Hanya membicarakan secuil dari keagungan Islam
Banyak ustad dan ustadzah bermunculan
Meneriak-riakan keimanan
Marilah sholat lima waktu
Marilah berpuasa
Marilah bersedekah
Marilah menunaikan haji
Marilah dan marilah
Aku tau bahwa pada dasarnya
Shalat puasa zakat...
8/29/17
8/25/17
WIRUN PINGGIR SUKOHARJO
H.O.S Cokroaminoto melakukan perlawanan terhadap kolonialisme yang terjadi di Indonesia melalui Serikat Islam (SI). Beliau juga terus melakukan proses kaderisasi hingga melahirkan tokoh seperti Soekarno. Semua itu dilakukan atas nama keadilan melalui sebuah proes panjang!
Sepenggal kisah diatas memberi gambaran untuk mencapai suatu tujuan diperlukan alat dan proses sebagai sarana. Raga H.O.S Cokroaminoto...
5/25/16
ACARA VIII KALIBRASI MOISTURE TESTER

ACARA VIII
KALIBRASI MOISTURE TESTER
ABSTRAKSI
Praktikum teknologi benih acara VIII yang berjudul Kalibrasi Moisture Tester dilaksanakan pada hari Rabu, 20 April 2016 di Laboratorium Teknologi Benih, Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Bahan yang digunakan adalah benih jagung (Zea mays) dan benih kedelai (Glycine max), sedangkan alat-alat yang digunakan adalah electrical moisture tester, oven, timbangan elektrik, grinder, cawan porselin, desikator, serta mortar dan penumbuknya. Metode yang digunakan yaitu benih kedelai diuji kadar airnya menggunakan moisture tester tipe Kett dengan tiga ulangan, sedangkan untuk yang perlakuan dengan oven, ditimbang dahulu cruiz + tutup (M1), kemudian diisi dengan kedelai dan ditimbang lagi (M2). Setelah itu, dioven selama 2 jam dan setelah 2 jam dikeluarkan dan dimasukkan ke dalam desikator selama ½ jam. Kemudian ditimbang lagi (M3). Data yang telah diperoleh dibandingkan, apabila ternyata tidak ada beda nyata, berarti moisture tester tipe kett yang ditera tidak mengalami penyimpangan. Analisa data menggunakan uji T.
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kalibrasi moisture tester dilakukan secara berkala untuk mengetahui sejauh mana ketepatan alat tersebut dan juga untuk mengoreksi nilai yang diperolehnya dengan menggunakan acuan data dari pengujian dengan oven. Pengujian secara manual dengan oven dapat memberikan hasil yang akurat karena mekanisme kerjanya yang didasarkan pada selisih berat antara keadaan benih sebelum di-oven dan setelah di-oven. Selisih berat itulah yang dianggap kadar air yang terkandung dalam benih ( yang hilang selama pemanasan dalam oven). Kadar air penting untuk diperhatikan karena kadar air benih sangat berkaitan erat dengan kualitas benih, daya simpan benih, daya kecambah benih, hama dan penyakit. Kadar air yang rendah pada benih menyebabkan benih dapat disimpan lebih lama daripada benih yang masih mempunyai kadar air benih tinggi. Dengan melakukan kalibrasi, maka dapat segera diketahui adanya kesalahan-kesalahan yang terjadi pada alat tersebut. Apabila kesalahan yang terjadi hanya sedikit, dapat dibuat tabel koreksi. Namun apabila kesalahan begitu besar maka alat tersebut dianggap tidak dapat dipakai.
B. Tujuan
Tujuan dari praktikum kalibrasi moisture tester ini adalah untuk mengetahui moisture tipe kett yang ada masih benar atau telah ada kesalahan dan membuat tabel koreksi apabila ternyata alat tersebut tidak benar.
II. TINJAUAN PUSTAKA
...